Sabtu, 17 Maret 2012

Perempat Final Liga Champions


NYON, - Proses penarikan undian babak perempat final dan semifinal Liga Champions yang digelar di markas konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) akhirnya usai, Jumat (16/3/2012). Satu-satunya tim Italia yang lolos ke babak ini, AC Milan, akan langsung berhadapan dengan tim raksasa Spanyol yang digadang-gadang sebagai tim terbaik dunia, Barcelona.

Situs resmi UEFA mencatat penarikan undian dilakukan dengan tidak menempatkan tim dari negara yang sama untuk berhadapan dalam babak perempat final. Laga leg pertama di babak ini digelar di kandang tim yang namanya disebutkan pertama kali.

Babak perempat final akan digelar 27/28 Maret serta 3/4 April. Sementara itu, laga semi final akan digelar pada 26/27 April dan 3/4 Mei. Final sendiri akan digelar di Futball Arena Muenchen, 19 Mei mendatang.


Hasil undian babak perempat final Liga Champions:
APOEL vs Real Madrid
Bayern Muenchen vs Marseille
Chelsea vs Benfica
AC Milan vs Barcelona

Selasa, 13 Maret 2012

Walikota Makassar Perintahkan Tutup Pabrik Miras Di Tamangapa

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin memerintahkan Dinas Perindustrian Perdagangan setempat, untuk segera menutup pabrik minuman keras yang beroperasi di tengah pemukiman warga.

"Saya tidak tahu ada pabrik minuman keras baru yang dibangun, apalagi beroperasi di tengah pemukiman padat penduduk. Makanya saya akan perintahkan Disperindag untuk segera menutup pabrik itu," tegasnya di Makassar, Jumat (9/3).

Ia mengaku baru mengetahui keresahan masyarakat akan aktivitas pabrik minuman keras yang berlokasi di Kecamatan Manggala, itu setelah adanya pemberitahuan dari wartawan.

"Saya tidak tahu kalau ada pabrik minuman keras baru disekitar lokasi Antang itu. Saya baru tahu dari kalian, makanya saya akan perintahkan Disperindag untuk menutup pabrik minuman keras itu karena pastinya akan meresahkan masyarakat," ujarnya.

DPRD Makassar juga menyetujui sikap pemerintah kota Makassar untuk menutup pabrik minuman keras yang ada di kota ini.

Sebelumnya, beberapa warga dari Kecamatan Manggala meminta aktivitas industri miras di Kelurahan Tamangapa, ditutup. Mereka beralasan, kehadirannya membuat warga sekitar tidak tenang ditambah belum adanya regulasi yang membolehkan adanya industri minuman keras di Kota Makassar.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi A DPRD Makassar, perwakilan warga tersebut menuntut UD Padi Mas ditutup terlepas dari segala perizinan yang dimiliki.

Ketua LPM Manggala, Miskin Anis, mengungkapkan, warga di sekitar industri miras tersebut tidak setuju ada pabrik miras.

"Masyarakat Manggala, bukan hanya masyarakat Kelurahan Tamangapa, tuntutan kita adalah tutup industri miras di sana. Kita tidak setuju ada industri minuman keras di Manggala," ujarn Miskin yang dihadiri Plt Sekretaris Kota Makassar, pemilik UD Padi Mas, Disperindag, dan Kantor Pelayanan Administrasi dan Perizinan, Camat, dan Lurah.

Ketua Komisi A DPRD Makassar, Rahman Pina, mengungkapkan juga setuju penutupan UD Padi Mas karena keberadaannya meresahkan masyarakat sekitarnya, namun di sisi lain perusahaan itu melampirkan sejumlah dokumen perizinan yang legal karena ditandatangani oleh pejabat berwenang.

"Ini permintaan warga agar ditutup. Saya pribadi juga setuju jika ditutup. Cuma di dewan ini ada mekanismenya. Sebelum ini diputuskan kami akan mengundang eksekutif dulu," katanya (aczha)

sumber : Metrotvnews.com

Murid SDN Pakai Perahu ke Sekolah

Pemandangan memiriskan terjadi di Kampung Romang Tangangaya-Kampung Kajenjeng Kecamatan Manggala Makassar. Ratusan murid SDN di wilayah ini terpaksa menggunakan perahu untuk pergi ke sekolah.

Kepala SDN Kajenjeng, Drs Suddin, Sabtu (11/2) akhir pekan lalu mengatakan kampung Kajenjeng memang beda dengan Pulau Lae-Lae. Tapi saat memasuki musim penghujan penduduk dan anak sekolah di tempat ini terpaksa menggunakan payung dan perahu untuk pergi ke sekolah.

Dia mengakui sebanyak 146 siswa SDN Kajenjeng, UPTD Pendidikan Manggala, Makassar setiap hari diangkut pakai perahu agar bisa pergi ke sekolah. Mereka harus melalui sungai dengan jarak tempuh 5 Km (dari dan ke Kampung Romang Tangngaya).

Romang Tangngaya, merupakan salah satu rukun kampung yang tak terpisahkan dengan tiga RW lainnya di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, dihuni ratusan penduduk.

Berkaitan dengan itu, Suddin bersama para guru di sekolah ini sepakat lebih menumbuhkan kepekaan sosial. Artinya, setelah sekolah berhasil memperkecil rintangan transportasi puluhan peserta didik, tidak berarti perjuangan selesai. Justeru perjuangan semakin berat dan penuh tantangan, dengan mempertajam tanggungjawab sosial atau tanggungjawab publik.

Sebab, selain jumlah satu unit perahu yang diperoleh dari subsidi dana Bos, diperlukan lebih banyak lagi sesuai perhitungan daya angkut dan banyaknya siswa yang harus diangkut tiap hari sekolah. Juga diperlukan pembenahan kualitas ruang pembelajaran dan peningkatan permukaan halaman sekolah agar terhindar dari genangan setinggi satu meter.

Mantan Lurah Tamangapa, Mahyuddin, S. STp membenarkan, genangan/ lautan yang terjadi setiap musim hujan antara Kampung Kajenjeng - Romang Tangngaya adalah banjir kiriman dari salah satu anak sungai Jeneberang. Pengaruhnya selain menggenangi beberapa perkampungan di Tamangapa, juga ratusan hektar lahan sawah menjadi tak produktif.